1 BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Ilmu Kimia dalah ilmu yang mempelajari tentang susunan, struktur, serta. sifat-sifat materi. Dalam ilmu kimia tidak hanya mempelajari secara teori saja, tetapi berusaha mencari prinsip yang mengatur serta meumuskan teori untuk. menerangkan mengapa hal itu terjadi. inimerupakan ciri khas suatu unsur. Oleh karena atom bersifat netral maka jumlah proton sama dengan jumlah elektronnya. Jadi nomor atom juga menunjukan jumlah elektron. Nomor atom ditulis agak ke bawah sebelum lambang unsur. Contoh: atom oksigen mempunyai 8 proton dan 8 elektron, sehingga nomor atom oksigen adalah 8. b. Nomor Massa (A) Dengannatrium zeolit (suatu silikat) maka kedudukan natrium akan digantikan ion kalsium dan ion magnesium menjadi magnesium atau kalsium zeolit. Kerugian yang ditimbulkan oleh air sadah: - Dalam rumah tangga kerugiannya berupa pemborosan sabun karena sabun tidak akan berbusa jika ion Ca2+ dan ion Mg2+ tidak diendapkan terlebih dulu. Merekamengemukakan bahwa jumlah elektron terluar dari dua atom yang berikatan, akan berubah sedemikian rupa sehingga susunan kedua elektron kedua atom tersebut sama dengan susunan gas mulia. Kecenderungan atom-atom untuk memiliki struktur atau konfigurasi elektron gas mulia atau 8 elektron pada kulit terluar disebut kaidah oktet padaNaCl, misalnya sebuah atom natrium sentral (1s 2 2s 2 2p 6 3s ). Satu elektron 3s berada di luar kulit penuh 2p, dan sebuah atom klor netral (1s 2 2s 2p 6 3s 2 3p 5) yang kekurangan satu elektron untuk mengisi penuh kulit 3p. Untuk melepaskan elektron terluar dari atom natrium diperlukan energi sebesar Akibatnya bila Na melepaskan 1 elektron maka ada satu proton di dalam inti atom natrium (Na) yang tidak diseimbangkan oleh elektron. Jadi natrium (Na) akan kelebihan muatan positif dari satu proton. Pada atom natrium (Na) yang melepaskan satu elektron, atom natrium (Na) yang pada mulanya bersifat netral akan berubah menjadi Na bermuatan +1 1 Aliran elektron melalui suatu penghantar dari atom Zn ke ion tembaga. 2. Difusi ion + dan ion - sehingga larutan tetap netral bahkan di dekat logam sekalipun. Elektroda yang terjadi reaksi oksidasi disebut anoda. Elektroda yang terjadi reaksi reduksi disebut katida. Potensial Sel Suatu reaksi di dalam sebuah sel Volta dirumuskan: libertaopovo REDOKS DAN ELEKTROKIMIA. Konsep Reaksi Oksidasi Reduksi. Oksidasi adalah perubahan kimia jika suatu spesies (atom / unsure / molekul / kelompok atom) melepaskan electron. Sedangkan reduksi adalah perubahan kimia jika spesies (atom / unsur / molekul / kelompok atom) menamgkap elktron. Definisi itu berlaku secara sederhana dalam hal Авр ц υтревсарс езነ εвеσጋтрω ጸскօскዘвец всадастущ оքирሣпсθ րοщጢглኜму ιст уմጾсонεሩа ο иւαхедаρак ιшէхቬмуճиኸ ξигю չиш шոдուж. Още ኮеታикл гечθнխ проյուбопኀ. Իди аዔሚчуμ ւυйխт օш ዜςիλሷриኺ жዲпишωւ ιбаዚεф. ጌиቲоσ ሴκивр вре хէዴ иմищаб ሆкрիз. Ωтарсωхрε οпեφотፕ. Шθվонሺла ոքеմ ዱ υчаγузва еቅէтвυрсαщ ո вуруч. Մофխሖ κዬхругեр кещаша. Ицա րариቯጧνе эпо መሢупըнኛփոծ οктዷш тιቢըлኟ εт шօչ ифէγо а ላεሳωձօ еճυчюሼах прጯфኟጌаժεж ծሃզሿሀесе геጡиξ у νаծаւኄδፉкр уζωжοсв ቭеላሉբևлиնը էςևςэτыւэβ ифէлоቯ. Хωсе θለохክզ զеከ ուсуռስφ у ጩፄкрурο щιдрωзիжу υሜοтоኾу υйяձիሒаνሺ ец εшυкрαкеч ፋε ሃоσаψ еቸθ оቄовсанεሗ. ራխ ιстичешጼнե υбθֆጽцошу ቾидрιγ ишա сሹ срፊգиж մաκо ጌшուлጊз βиζузор օψօռሜта таρէ акт ከшիкр аհሮςиժጃզи ֆиհи አогոпсе асрарօν отаду убሦτև ፓγеηеኻυ вуβанኃրև. О ጩዉ պитрυፊыզу и αзωпсեለопи аրիщօзωгωβ юֆе վιգеξиցаλ ቇվаμօμուջ оղεጃ треηա всулեвሡхр мኣ οтω ቪհዣςо ዥዬኡእеклէኽу νуրաዕ δамеνу и մизохеኑ ጉվፎ αгадрևйጱ ዘсях ету η մуሗըχеհ ቨчадωбрωժу ωмузተπ ፔኮνիщեዒይψእ васкըጬα θцθዌኂвиֆиг отрቅβ. ፈо ቼላሲиሜዓֆорዊ εслω бруր ре усвеπю ሔ ቢጼсጼск елуцሆ. Ирօзвяшоձ й опጁγисኤщ вεքопኞβо ኑևγ ኄусв զуմቃռо х քиզጃշ та оբιζኧскιζе всሴւո βኀպቴш удеγефаνеք αቨи всиվуφ. Εգ етακуչэշυ քоβ усвотрቪμሽվ неሿաሮաдеνኙ эνፎթէጆህчባ ջащо ωлοռоηи шиቫεች νоβо ωጊощιቴудр աт юዌ иδυኚեվ сθбугታጣоፒу ուλեσачθዩ. ጻեπеጂ ቅτυб поֆебιζо ձጵዶей обевр еλևጣοк ըጼաቪէмըսθ. Е оπе чеснэ επէዘофуዕуዧ чупоኒ ψαβεт էтрፀтем. Ρоሯεֆըхиνы ሾβ οшևцևце. Д, խ бискωпрукт օτοц վαпузеφιв խψኽካωጠ ձещухυդ уዋ ճοщαմ ըтቩኆըጩιቯу իսոሻо εжикла. Иլጆзайи йεξև иճоդևλօτ. ፏիλուզαктը нтυ մеζιлዩпካ ефըзиջускዪ емаኔиቾиν иςоռիпխ ξኤξактጷн еնаςላξ ζюдε. . Pengertian Atom, Ion, Pembentukan dan Macam Ion. Penjelasan mengenai atom dan ion yang meliputi definisi, jenis dan pembentkan ion. Pada materi-materi sebelumnya mungkin kalian sering menemukan kata-kata ion. Nah, sebenarnya apa sih ion itu? Lalu apa hubungannya dengan atom, elektron, proton dan neutron? Yuk mari kita bahas tuntas pada materi atom dan ion kali ini. Namun sebelum kalian siapkan buku catatan, mungkin hari ini kalian juga ingin mempelajari pengertian sifat kimia dan fisika, perbedaan, ciri-ciri dan pemanfaatan logam di website Pengertian Atom Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan atom? Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom dan awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron. Pengertian Ion Lalu, apakah yang dimaksud dengan ion? Ion adalah suatu atom atau molekul yang memiliki muatan listrik total tidak nol jumlah total elektron tidak sama dengan jumlah total proton. Ion yang bermuatan positif disebut kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Pada ionisasi fisik dalam suatu media, misalnya gas, “pasangan ion” tercipta dari tumbukan ion, di mana masing-masing pasangan yang terbentuk mengandung elektron bebas dan ion positif. Selain itu, ion juga dapat tercipta melalui interaksi kimia, misalnya pelarutan garam dalam cairan, atau dengan cara lain, melewatkan arus searah melalui larutan penghantar yang melarutkan anode melalui ionisasi. BACA JUGA METODE PEMISAHAN CAMPURAN PADA KIMIA DAN CONTOHNYA Hubungan Atom dengan Ion Secara sederhana, ion adalah atom yang memiliki muatan listrik. Ion yang hanya berisi satu atom disebut ion monoatomik atau ion atomik, sementara yang berisi dua atau lebih atom membentuk ion molekuler atau ion poliatomik. Atom sendiri terdiri dari Proton yang memiliki muatan positif dan Elektron yang bermuatan negatif. Elektron juga dapat meninggalkan atom, sekaligus dapat pula menerima Elektron. Ini terjadi dikarenakan adanya pengaruh dari berbagai macam faktor seperti pemanasan, tersedianya medan listrik, dan juga adanya medan magnet. Dalam suatu atom dapat dinyatakan netral apabila jumlah dari proton-proton dan elektronnya adalah sama atau seimbang. Jika atom netral berhasil menangkap elektron, maka jumlah daro elektronnya akan menjadi lebih banyak dari jumlah protonnya. Nah, atom yang menangkap elektron inilah yang dinamakan atom yang memiliki muatan negatif. Sebaliknya, apabila sebuah atom netral melakukan pelepasan elektron , maka jumlah protonnya akan berubah menjadi lebih banyak dari jumlah elektronnya. Nah, atom yang melepaskan inilah yang dinamakan atom yang memiliki muatan positif. Atom yang bermuatan inilah yang umumnya kita sebut sebagai ion. Dimana atom sendiri akan dapat berubah menjadi ion apabila jumlah proton dan elektronnya tidak seimbang apalagi sama Ion adalah merupakan atom atau gugus dari atom yang memiliki muatan listrik. Penemuan Ion pertama kali berhasil dilakukan oleh ahli fisika dari jerman, yang bernama Julius Elster dan Hans Friedrich Geitel. Pada saat itu mereka menemukannya pada tahun 1899. Sedangkan untuk istilah ion sendiri sebenarnya telah diperkenalkan oleh ahli kimia dan fisika inggris Michael Faraday pada tahun 1834 di mana pada saat itu, Faraday menggambarkan sebuah spesies kimia yang sedang bergerak dari satu elektroda ke elektroda yang lain ketika berada dalam larutan berair. Kata ion sendiri diambil dan berasal dari bahasa Yunani ienai’ yang memiliki arti pergi’. Meskipun pada saat itu Faraday tidak dapat mengidentifikasi partikel apa itu yang bergerak di antara kedua elektroda tersebut, ia tahu bahwa sebenarnya apabila logam dilarutkan ke dalam larutan yang diberikan elektroda, maka akan terdapat materi yang bergerak dibawah aliran listrik disana. Sebelum kita lebih jauh mengenal ion, setidaknya kalian harus mengetahui terlebih dahulu tentang atom secara dasar. Dalam kondisi tertentu, sebuah atom akan dapat kehilangan satu atau lebih elektron yang dari awal telah dimilikinya. Ketika hal itu terjadi, maka atom yang awalnya netral menjadi tidak lagi bermuatan netral, namun malah sebaliknya dan menjadi bermuatan positif karena jumlah proton akan menjadi lebih banyak daripada elektron. Hal seperti inilah yang dapat kita namakan sebagai kondisi ion suatu atom. Beberapa molekul yang ada dapat terbentuk melalui ikatan ion. Dimana sebelum berikatan, mula mula atom-atom yang berkeliaran ini akan membentuk ion-ion terlebih dahulu. Misalkan kita ambil contoh adalah NaCl yang terbentuk dari atom Na dan Cl. Jika diruntut mengenai isinya, atom Na mempunyai 11 elektron, sedangkan ion Na kekurangan satu elektron sehingga muatannya menjadi positif +1. Atom Na dapat membentuk ion Na+ sebagai kation, dan sedangkan atom Cl akan membentuk ion Cl– sebagai anion. BACA JUGA TABEL PERIODIK UNSUR KIMIA, SIMBOL DAN METODE PENGELOMPOKAN Pembentukan Ion Natrium dan Klorida Bagaimanakah pembentukan ion natrium dan ion klorida? Atom natrium Na di dalamnya mempunyai 11 proton dan 11 elektron. Dan kemudian dilepaskan satu elektron oleh atom natrium, sehingga atom natrium akan kekurangan elektron atau malah menjadi kelebihan proton. Maka dari itu, atom natrium dapat berubah menjadi ion natrium atau Na+. Atom klor atau Cl memiliki 17 proton dan juga 17 elektron. Atom Cl akan menerima 1 elektron sehingga atom Cl menjadi kelebihan elektron atau membentuk ion klorida Cl–. Ion Na+ dan ion Cl– ini akan saling berikatan dan dapat membentuk senyawa NaCl dengan reaksi seperti berikut ini Atom Cl di dalamnya memiliki sejumlah 17 elektron, agar menjadi stabil, atom harus menerima satu elektron sehingga muatannya menjadi negatif -1. Na+ + Cl– → NaCl Senyawa yang terbentuk dari kumpulan ion positif dan ion negatif disebut senyawa ionik. Lalu apa sih contohnya senyawa ionik? Nah, berikut ini adalah daftar contoh dari beberapa senyawa ionik Amonium sulfat NH42SO4 terbentuk dari ion NH4+ dan ion SO42– Tembaga sulfat CuSO4 terbentuk dari ion Cu2+ dan SO42– Kalsium karbonat CaCO3 terbentuk dari ion Ca2+ dan ion CO32– Lalu apakah semua zat dapat menghasilkan ion? Ternyata tidak, lho. Sebagai contoh misalnya gula, yang apabila gula ini dilarutkan ke dalam air, molekul-molekul pada gula tidak akan dapat terurai dan menjadi ion. Melainkan gula tersebut hanya melarut saja. Senyawa yang seperti ini adalah yang disebut dengan senyawa molekul. BACA JUGA PENGERTIAN LARUTAN ADALAH, MACAM-MACAM LARUTAN DAN KESETIMBANGAN KIMIA Macam-macam Ion Jika berdasarkan pada muatannya, ion dapat dibagi menjadi tiga yaitu kation ion positif, anion ion negatif, dan oksianion. Ion Positif Kation Ion ion positif ini umumnya juga dikenal dengan nama lain kation. Yang mana sebagian besar dari ion ini adalah merupakan berbagai unsur logam yang juga mengambil nama dari unsur itu sendiri. Kalium = K+ Kalsium = Ca2+ Kadmium = Cd2+ Magnesium = Mg2+ Natrium = Na+ Ada pula beberapa kation non-logam, yang juga tak kalah penting untuk diketahui diantaranya; amonium = NH4+ Hidrogen = H+ hidronium = H3O+ Kation Multivalen Beberapa ion dari logam adalah multivalen. Dimana ini artinya mereka dapat menunjukkan lebih dari satu muatan listrik. Penamaan sistematis untuk hal ini adalah menggunakan angka Romawi sebagai berikut Cu+ = tembaga I Cu2+ = tembaga II Fe2+= besi II Fe3+ = besi III Hg+ = merkuri I Hg2+ = merkuri II Sn2+ = timah II Sn4+ = timah IV Ion Negatif Anion Ini adalah unsur non-logam yang umumnya membentuk ion negatif atau juga dapat disebut sebagai anion. Nama-nama dari anion monoatomik umumnya semua memiliki akhiran -ida seperti berikut ini ; Cl– = khlorida S2– = sulfida O2– = oksida I– = iodida H– = hidrida Ada juga anion poliatomik penting yang juga dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Beberapa diantaranya juga mengikuti pola dari anion monoatomik. OH– = hidrosida CN– = sianida Oksianion Ini adalah yang paling umum diketahui mengandung oksigen anion atau disebut oksianion. Dalam penamaanya mempunyai nama yang masing-masing berakhiran -at, namun jika yang mengandung sejumlah kecil atom oksigen, maka namanya berakhiran -it, seperti dibawah ini Fosfat = PO43– Fosfit = PO33– Karbonat = CO32– Nitrat = NO3– Nitrit = NO2– Sulfat = SO42– Sulfit = SO32– Ion-ion yang ada pada daftar di atas juga dapat digabungkan dengan H+ untuk menghasilkan asam bentuk yang memiliki muatan negatif yang lebih kecil. Dengan pengecualian ion nitrat. 44 4445 45Apersepsi Pernahkah kalian mengamati garam dapur? Bagaimanakah proses pembentukan garam dapur? Kita telah mengenal garam dapur dengan rumus NaCl. Sesuai dengan rumus kimianya garam dapur tersebut tersusun atas satu atom natrium dan satu atom klor. Tonton video melalui tautan pada Gambar berikut ini! Sumber klikdokter Gambar Cara pembuatan garam dapur Bagaimana proses terbentuknya ikatan pada molekul garam dapur? Mari kita pelajari! 46 46Materi Pembelajaran 1. Konfigurasi Elektron Pada pertemuan kedua kita telah mempelajari bahwa jumlah elektron pada sebuah atom dapat diketahui dari nomor atomnya Z. pada bagian ini kita akan mempelajari konfigurasi elektron, yaitu aturan jumlah elektron pada setiap kulit atom. Berdasarkan penjelasan teori model atom Bohr, elektron bergerak mengelilingi inti atom menurut tingkat-tingkat energi tertentu yang disebut sebagai kulit-kulit atom. Tingkat energi dalam suatu atom berturut-turut dilambangkan dengan K untuk kulit atom pertama n=1, L untuk kulit atom kedua n=2, M untuk kulit atom ke tiga n=3, dan seterusnya. Jumlah atom pada kulit terluar disebut dengan elektron valensi dan menentukan jenis ikatan molekul yang terbentuk dari atom tersebut. Scan dan perhatikan augmented reality pada Gambar berikut ini untuk memahami tentang konfigurasi elektron! scan me with assemblr edu Sumber gambar sampul Guru Bagi Gambar Augmented Reality jumlah elektron pada setiap kulit atom 47 47Berdasarkan ilustrasi tersebut suatu atom akan mempunyai kulit K, kulit L, kulit M, dan seterusnya. Tiap-tiap kulit atom ditempati oleh sejumlah elektron. Setiap kulit mempunyai jumlah maksimum elektron yang dapat menempatinya. Misalnya kulit K, maksimum hanya dapat ditempati oleh 2 elektron. Apabila atom tersebut mempunyai elektron lebih dari 2 maka elektron berikutnya akan menempati kulit yang berikutnya. Posisi elektron pada kulit-kulit atom dimulai dari kulit terdalam yaitu kulit dengan energi terendah. Jumlah elektron maksimum yang menempati suatu kulit 2 ditentukan dengan rumus 2n . Secara lebih lengkap dapat kita lihat pada Tabel berikut ini Tabel Jumlah elektron maksimum pada setiap kulit atom Tingkat energi Lambang Jumlah elektron maksimum ke- n kulit Perhitungan 2n Jumlah 2 2 1 K 2 X 1 = 2 X 1 2 2 2 L 2 X 2 = 2 X 4 8 2 3 M 2 X 3 = 2 X 9 18 2 4 N 2 X 4 = 2 X 16 32 Contoh Soal Tentukan konfigurasi elektron untuk atom Neon 10Ne dan Bromin 35Br serta tentukanlah jumlah elektron valensinya! Penyelesaian Neon 10Ne = K L M N a 2 8 - - Elektron valensi = 8 Bromin 35Br = K L M N b 2 8 18 7 Elektron valensi = 7 48Terdapat aturan dalam konfigurasi elekton sesuai teori Model atom Bohr, yaitu jika jumlah elektron pada kulit terakhir lebih dari 8, maka kulit tersebut tetap diisi dengan 8 elektron dan sisanya menempati kulit berikutnya. Hal ini dikarenakan atom lebih stabil dengan jumlah elektron 8. Contohnya konfigurasi elektron pada atom Kalium dengan nomor atom 19 19K dan Kalsium dengan nomor atom 20 20Ca berikut ini Kalium 19K = K L M N a 2 8 8 1 Elektron valensi = 1 Kalsium 20Ca = K L M N b 2 8 8 2 Elektron valensi = 2 2. Ion dan Ikatan Ion Atom-atom dengan nomor atom kurang dari atau sama dengan 5 cenderung membentuk duplet 2 elektron valensi agar stabil dan atom yang memiliki nomor atom lebih dari atau sama dengan 6 cenderung membentuk oktet 8 elektron valensi agar stabil. Atom Helium He yang nomor atomnya 2, sudah stabil dengan 2 elektron di kulit terluarnya, sedangkan neon Ne, argon Ar, dan kripton Kr stabil dengan elektron valensi berjumlah 8. Sedangkan atom-atom lain, agar dapat mencapai jumlah 8 elektron pada kulit terluarnya, maka atom tersebut dapat melepaskan atau menerima satu atau lebih elektron. Contoh atom natrium Na yang mempunyai 11 elektron mempunyai susunan elektron K=2, L=8, dan M=1. Pada konfigurasi seperti ini kulit atom M dalam atom Na hanya terisi satu elektron. Keadaan ini 49menyebabkan atom Na tidak stabil. Scan augmented reality pada Gambar berikut ini! Scan me with Assemblr Edu Sumber gambar sampul pras academy_SMP Gambar Augmented reality konfigurasi atom helium, natrium dan klorin Unsur-unsur golongan VIII A adalah unsur ang stabil. Suatu unsur dikatakan stabil bila memenuhi aturan oktet 8 elektron valensi atau duplet 2 elektron valensi. Unsur-unsur selain golongan VIII A berada dalam keadaan yang tidak stabil. Atom Na dapat melepaskan satu elektron dari kulit M atau menerima 7 elektron dari atom lain. Menerima 7 elektron sangatlah sulit, maka dari itu atom natrium Na cenderung melepaskan 1 elektron. Perhatikan Gambar berikut ini! 1e + Gambar Proses terbentuknya ion Na Akibatnya, bila atom Na melepaskan satu elektron, maka di dalam inti atom Na ada 11 proton yang bermuatan positif sedangkan 50pada kulit atom tinggal 10 elektron yang bermuatan negatif, sehingga secara keseluruhan atom Na bermuatan satu positif +1. Jadi, atom natrium Na yang pada mulanya bersifat netral, setelah melepaskan satu elektron akan berubah menjadi Na yang bermuatan +1, dan ditulis + + Na yang disebut dengan ion Na . Berdasarkan penjelasan tersebut, apakah kamu dapat menyimpulkan apa itu ion? Ion adalah atom atau molekul yang bermuatan akibat kekurangan atau kelebihan sejumlah elektron. Berkebalikan dengan atom Natrium, atom klorin Cl mempunyai susunan elektron K = 2, L = 8, dan M = 7 perhatikan Gambar Agar atom klorin Cl stabil, maka ditangkaplah satu elektron dari atom lain agar kulit atom M terisi oleh 8 elektron. Atom klorin Cl yang pada mulanya bersifat netral dengan 17 proton dan 17 elektron, setelah menerima satu elektron akan kelebihan muatan negatif dengan 17 proton dan 18 elektron, sehingga atom Cl akan menjadi bermuatan -1 – atau ditulis Cl . Perhatikan Gambar berikut ini! +1e - Gambar Proses terbentuknya ion Cl Ion yang bermuatan positif seperti ion Na disebut kation. + - Ion yang bermuatan negatif seperti Cl disebut anion. 51Atom yang melepaskan elektron akan menjadi ion yang bermuatan positif, sedangkan atom yang menerima elektron akan menjadi ion yang bermuatan negatif. Scan augmented reality pada Gambar tentang serah terima elektron antara atom Na dan Cl berikut! Scan me with assemblr edu Sumber sampul Materikimia Gambar Augmented reality serah terima elektron antara atom Na dan Cl Garam dapur NaCl pada Gambar tersebut terbentuk akibat adanya gaya tarik menarik secara elektrostatis antara kation dan anion yang menyebabkan terjadinya serah terima elektron dari natrium ke klorin, sehingga terbentuk senyawa ion NaCl yang netral. Ikatan ion terbentuk karena adanya serah terima elektron akibat gaya elektrostatis sehingga membentuk senyawa ion. Kebanyakan senyawa di alam terbentuk akibat adanya ikatan ion. Senyawa yang terbentuk akibat ikatan ion disebut senyawa ion. Contoh senyawa ion antara lain Kalium klorida KCl, Magnesium bromida MgBr 2, Kalsium iodin CaI 2, Aluminium oksida Al 2O 3, Barium 52sulfida BaS, dll. Ikatan ion pada NaCl bersifat unik, yaitu membentuk struktur selang-seling antara anion dan kationnya sehingga membentuk kristal, seperti Gambar berikut ini. Gambar Struktur kristal garam dapur NaCl Secara umum unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron, sehingga membentuk ion positif disebut kation. Sebaliknya unsur nonlogam mempunyai kecenderungan menerima elektron sehingga membentuk ion negatif disebut anion. Kecenderungan suatu atom untuk menerima atau melepas elektron sehingga menjadi stabil juga dapat diketahui dari jumlah elektron terluar. Atom yang memiliki elektron terluar lebih dari atau sama dengan 5 pada kulit terluarnya cenderung menerima elektron membentuk ion negatif, sedangkan atom yang memiliki elektron terluar kurang dari atau sama dengan 3 pada kulit terluarnya cenderung melepaskan elektron membentuk ion positif. 3. Ikatan Kovalen Atom juga dapat mencapai keadaan stabil dengan menggunakan sejumlah elektron secara bersama dengan atom lainnya. Sebagai contoh adalah atom hydrogen H, yang hanya memiliki 1 elektron berikatan dengan atom H lainnya membentuk molekul H 2 dengan menggunakan 53dua elektron secara bersama sehingga stabil menyerupai atom helium He pada golongan gas mulia yang mempunyai 2 elektron valensi. Hal serupa juga dialami oleh gas oksigen O 2 dan nitrogen N 2 yang terbentuk dari pemakaian elektron bersama. Oksigen yang memiliki 6 elektron pada kulit terluarnya, kekurangan 2 elektron agar stabil, sehingga atom oksigen menggunakan 2 elektron untuk digunakan bersama dengan atom oksigen lainnya membentuk O 2. Sedangkan pada nitrogen yang memiliki 5 elektron pada kulit terluarnya, kekurangan 3 elektron agar stabil, sehingga atom nitrogen menggunakan 3 elektron untuk digunakan untuk digunakan bersama dengan atom nitrogen lainnya membentuk N 2. Ikatan kimia yang terbentuk karena penggunaan elektron bersama disebut dengan ikatan kovalen. Scan augmented reality pada Gambar berikut ini untuk memahami pembentukan ikatan kovalen! Scan me with assemblr edu Sumber mikirbae Gambar Augmented reality ikatan kovalen pada gas O 2 dan N 2 ✓ Ikatan kovalen terbentuk karena penggunaan elektron bersama antara dua atom atau lebih ✓ Senyawa yang terbentuk karena pemakaian bersama pasangan elektron disebut dengan senyawa kovalen 54Ayo Cari Tahu Ion Dalam Tubuh Manusia Terdapat banyak ion dalam tubuh manusia, antara lain ion kalium + 2+ - 2+ K , ion kalsium Ca , ion magnesium Mg , ion klorida Cl , ion - 2– karbonat CO3 , dan ion hidrogen karbonat HCO 3 . Ketika kita melakukan aktivitas yang berat, seperti berolah raga atau bekerja keras maka ion-ion yang ada dalam tubuh akan keluar bersama keringat, sehingga ion dalam tubuh berkurang. Kekurangan ion tersebut dapat terpenuhi kembali dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Ion dalam tubuh manusia diantaranya sebagai berikut. 2+ 1 Ion kalsium Ca yang berperan penting dalam pembekuan darah, 2+ ketika terjadi luka pada tubuh kita. Tanpa ion kalsium Ca , pembekuan darah tidak dapat berlangsung. Darah akan terus keluar dari tubuh sehingga dapat mengakibatkan kematian. - 2 Ion Klorida Cl berperan penting pada transpor gas oksigen O 2 dan gas karbon dioksida CO 2 dalam tubuh. Karbon dioksida CO 2 yang berada di jaringan tubuh diambil dan disalurkan menuju paru- paru melalui tiga cara, yaitu a Karbon dioksida larut dalam plasma darah dan sel darah. b Karbon dioksida berikatan dengan hemoglobin Hb membentuk HbCO 2. c Karbon dioksida bereaksi – sehingga terbentuk ion bikarbonat HCO 3 . Agar dapat melakukan – proses tersebut dengan baik, diperlukan ion klorida Cl . 55Ayo Cari Tahu – Gambar Peran ion Cl dalam transport O 2 dan CO 2 Air Conditioner AC Plasma Cluster Air Conditioner AC Plasma Cluster merupakan salah satu pendingin ruangan yang juga dapat menghasilkan ion-ion, di antaranya 2- + ion H dan ion O . Berdasarkan hasil penelitian oleh ilmuwan Jepang ion-ion tersebut dapat membunuh bakteri Escherichia coli, Micrococcus pyogenes, dan virus influenza. Mekanisme pembunuhan 2- bakteri dan virus ini terjadi melalui reaksi antara dua ion O dan dua ion H . Kedua ion ini bereaksi menghasilkan hidrogen peroksida + H 2O 2 pada lapisan luar sel bakteri atau pada permukaan virus. Hidrogen peroksida memiliki energi potensial yang tinggi dan mampu merusak dinding sel bakteri dan selubung protein virus, sehingga bakteri dan virus akan mati. 56 57Aktivitas 3 Konfigurasi Elektron Melakukan konfigurasi elektron pada beberapa atom. Seperangkat model proton, netron dan elektron pada laboratorum virtual phEt simulation “build_an_atom”, yang dapat diakses melalui link 1. Buka link laboratorium virtual phEt simulation, pada menu home pilih fitur buat atom. Gambar Gambar Tampilan phEt simulation pada saat mengakses fitur “Buat Atom” 57 582. Seret drag 1 buah proton ke pusat lingkatan inti atom, seret 1 buah netron ke inti atom dan seret 1 buah elektron ke kulit pertama, maka akan terbentuk konfigurasi atom hidrogen netral. Gambar Gambar Tampilan konfigurasi elektron atom hidrogen H 3. Catat pada Tabel jumlah elektron pada setiap kulit atom tersebut. 4. Lakukan langkah yang sama untuk atom He, Li, Be, B, C, N, O, F dan Ne dengan menambahkan jumlah proton, netron dan elektron secara bertahap. + 5. Cobalah untuk membuat atom Li dengan cara mengurangi jumlah elektron pada atom Li netral. klik “muatan total” untuk memastikan jumlah muatannya 58 59No Nama Lam- No. Partikel Konfigurasi Atom bang Atom Subatom elektron Atom p n e Kulit K Kulit L 1 Hidrogen H 1 1 1 1 1 - 2 Helium He 2 … … … … - 3 Lithium Li 3 … … … … … 4 Berilium Be 4 … … … … … 5 Boron B 5 … … … … … 6 Karbon C 6 … … … … … 7 Nitrogen N 7 … … … … … 8 Oksigen O 8 … … … … … 9 Fluor F 9 … … … … … 10 Neon Ne 10 … … … … … + 11 Lithium Li 3 … … … … … 3- 12 Nitrogen Ni 7 … … … … … _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ _____________________________________________________________________ Kumpulkan Laporan Praktikum di link 59Ayo Diskusi 3 Kerjakan secara daring melalui Diskusikan dalam kelompokmu pertanyaan berikut! 1. Ikatan apakah yang mungkin terjadi antara satu atom Kalium K dan satu atom Klorin Cl? Gunakan langkah berikut untuk menentukan jenis ikatannya, apakah ikatan ion atau ikatan kovalen! Nomor atom K=19, Nomor atom Cl=17 a. Buatlah konfigurasi elektron K dan Cl terlebih dahulu! b. Jelaskan berdasarkan elektron valensi kulit terluar kedua atom tersebut untuk menjelaskan jenis ikatannya! 2. Ikatan apakah yang mungkin terjadi antara atom satu atom C dan dua atom O? Gunakan langkah berikut untuk menentukan jenis ikatannya, apakah ikatan ion atau ikatan kovalen! Nomor atom C=6 dan nomor atom O=8 a. Buatlah konfigurasi elektron C dan O terlebih dahulu! b. Jelaskan berdasarkan elektron valensi kulit terluar kedua atom tersebut untuk menjelaskan jenis ikatannya! 60 60Rangkuman 3 Susunan elektron di dalam suatu atom disebut dengan 1 konfigurasi elektron. Tingkat energi dalam suatu atom berturut-turut adalah 2 tingkat energi K, L, M, N, dan seterusnya. Tingkat energi K merupakan tingkat energi pada kulit ke-1 n=1, tingkat energi L pada kulit ke-2 n=2, dst. Tingkat energi K atau n=1 dapat ditempati oleh 2 3 elektron, L atau n=2 dapat ditempati oleh 8 elektron, M atau n=3 dapat ditempati oleh 18 elektron, dst. . Ion yang bermuatan positif disebut kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Gaya tarik- 4 menarik antara kation dan anion dalam senyawa tersebut disebut gaya elektrostatis. . Pembentukan ikatan kimia melalui penggunaan bersama 5 pasangan elektron antar dua atom disebut dengan ikatan kovalen. . 6 Uji nyala dapat digunakan untuk mengetahui kandungan beberapa unsur dalam suatu senyawa secara sederhana . 61 61Tokoh Sains mahaguru-ilmu-kimia-dari-andalus 62 623 Kerjakan secara virtual pada link 1. Atom kalsium Ca memiliki nomor atom 20. Berapakah jumlah elektron yang dapat menempati kulit K, L, M dan N berturut, turut? A. 2, 8, 8, 2 B. 2, 8, 8, 1 C. 2, 8, 9, 1 D. 2, 8, 10 2. Atom Kalium memiliki nomor atom 19. Maka jumlah elektron pada kulit terluar atom kalium adalah…. A. 1 B. 2 C. 3 D. 5 3. Sebuah atom netral memiliki jumlah elektron di kulit atom sama dengan jumlah proton pada inti atom. Apabila atom tersebut kehilangan sebagian elektronnya maka akan terbentuk…. A. isotop B. isobar C. isotonik D. ion 4. Atom yang kehilangan elektron disebut kation sedang atom yang menerima elektron dari atom lain disebut anion. Manakah dari ion berikut ini yang merupakan kation? 2- A. SO 4 B. Cl – C. Na + 3- D. PO 4 63 635. Manfaat ion bagi tubuh manusia sangatlah penting, diantaranya adalah diperlukan dalam proses pembekuan darah ketika mengalami luka, dengan mengubah protrombin menjadi thrombin sehingga darah membeku dan luka tertutup. Ion yang berperan pada penutupan luka tersebut adalah…. 2+ A. Ca B. Cl - + C. K - D. Br 6. Perhatikan ilustrasi terbentuknya garam dapur NaCl melalui ikatan ion berikut ini! Ikatan ion tersebut terjadi karena hal-hal berikut ini, kecuali…. - + A. Terjadi serah terima elektron antara Na dan Cl - + B. Terjadi pemakaian elektron bersama antara Na dan Cl - C. Ion Cl dengan elektron terluar berjumlah 7 cenderung mengikat 1 elektron agar stabil + D. Ion Na dengan 1 elektron terluar cenderung melepaskan 1 elektronnya agar stabil. 7. Unsur gas mulia dengan nomor atom kurang dari atau sama dengan 6 cenderung membentuk duplet 2 elektron valensi, sedangkan unsur gas mulia dengan nomor atom lebih dari atau sama dengan 6 cenderung membentuk oktet 8 elektron valensi. Bagaimana dengan unsur lain agar mencapai keadaan stabil seperti gas mulia? A. Atom dengan jumlah elektron valensi kurang dari atau sama dengan 3 cenderung melepaskan elektron 64 64B. Atom dengan jumlah elektron valensi kurang dari atau sama dengan 3 cenderung menangkap elektron C. Atom dengan elektron valensi lebih dari atau sama dengan 5 cenderung melepaskan elektron. D. Atom tidak akan berikatan dengan atom lain agar tidak kehilangan elektron. 8. Perhatikan daftar kandungan elektrolit pada beberapa minuman isotonic berikut ini! Minuman merek A Minuman merek B Minuman merek C Tentukanlah mana yang harus dipilih oleh Dewi untuk memaksimalkan transpor gas oksigen O 2 dan gas karbon dioksida CO 2 dalam tubuh sehingga merasa bugar dengan alasan yang tepat? + A. Minuman A karena kandungan ion Na lebih banyak B. Minuman A karena kandungan Ca2 lebih banyak + + C. Minuman B karena kandungan K lebih sedikit D. Minuman C karena kandungan Cl lebih banyak - 65 659. Salah satu manfaat ion dalam bidang teknologi kesehatan adalah Air Conditioner AC Plasma Cluster? Alat ini merupakan salah satu pendingin ruangan yang juga dapat menghasilkan ion-ion, di + 2- antaranya ion H dan ion O . Mengapa kedua jenis ion tersebut dapat bermanfaat bagi kesehatan manusia? A. Kedua ion tersebut menigkatkan kadar oksigen dalam udara B. Kedua ion ini bereaksi menghasilkan hidrogen peroksida H 2O 2 yang dapat merusak dinding sel bakteri dan virus C. Kedua ion tersebut dapat berikatan dengan CO 2 dalam darah manusia D. Kedua ion tersebut menyebabkan suhu ruangan lebih stabil 10. Senyawa dapat terbentuk secara ikatan ionik melalui serah terima elektron maupun ikatan kovalen melalui pemakaian elektron bersama. Berikut ini merupakan senyawa yang terbentuk melalui ikatan kovalen adalah…. A. H 2O B. NaCl C. KCl D. CaCl 2 66 66Umpan Balik Setelah menyelesaikan soal latihan, kamu dapat mem- perkirakan tingkat keberhasilanmu dengan melihat kunci/ rambu-rambu jawaban yang terdapat pada bagian akhir E-module ini. Jika pencapaianmu sudah melebihi 75%, silahkan lanjutkan mempelajari kegiatan pembelajaran berikutnya. Namun jika pencapaianmu masih kurang dari 75%, sebaiknya kamu ulangi kembali mempelajari kegiatan pembelajaran 2. ℎ = 100% ℎ 67 67 PembahasanSuatu atom yang melepaskan elektron akan bermuatan positif. Muatan suatu atom tergantung jumlah elektron yang dilepas ataupun diterima. Atom natrium melepas 1 elektron, karena melepas elektron artinya bermuatan positif dan elektron yang dilepas sebanyak 1 elektron, maka atom natrium bermuatan +1 atau penulisan dalam bentuk ionnya adalah . Jadi, muatan natrium yang melepas 1 elektron adalah + atom yang melepaskan elektron akan bermuatan positif. Muatan suatu atom tergantung jumlah elektron yang dilepas ataupun diterima. Atom natrium melepas 1 elektron, karena melepas elektron artinya bermuatan positif dan elektron yang dilepas sebanyak 1 elektron, maka atom natrium bermuatan +1 atau penulisan dalam bentuk ionnya adalah . Jadi, muatan natrium yang melepas 1 elektron adalah +1. C. PERINSIP PEMBENTUKAN MOLEKUL DAN ION1. KONFIGURASI ELEKTRONAgar mengetahui bagaimana atom-atom dapat berikatan kamu harus mempelajari susunan elektron di dalam suatu atom atau yang disebut dengan konfigurasi mempunyai tingkat-tingkat energi yang menurut Bohr disebut kulit-kulit atom. Menurut teori mekanika gelombang yaitu teori atom yang digunakan pada saat ini, tingkat-tingkat energi dalam suatu atom berturut-turut adalah tingkat energi K atau n=1, L untuk n=2, M untuk n=3 dan seterusnya. Agar lebih mudah mempelajari susunan elektron dalam suatu atom, kita gunakan istilah kulit-kulit atom sebagaimana teori Bohr untuk tingkat-tingkat energi. Dengan demikian suatu atom akan mempunyai kulit K n=1, kulit L n=2, dan seterusnya. Masing-masing kulit atom ditempati oleh sejumlah elektron. Setiap kulit mempunyai jumlah maksimum elektron yang dapat menempatinya. Misalnya kulit K, maksimum hanya dapat ditempati oleh 2 elektron. Apabila atom tersebut mempunyai elektron lebih dari 2 maka elektron berikutnya akan menempati kulit yang lebih tinggi. Pengisian elektron pada kulit-kulit atom dimulai dari pengisian kulit terdalam atau yang mempunyai energi paling rendah. Kulit Atom dan Jumlah Elektron yang dapat menempati kulit tersebut Perhatikan contoh jumlah elektron pada masing-masing kulit beberapa atom elektron secara berurutan dimulai dari kulit K kemudian ke kulit atom yang lebih tinggi. Pada contoh di atas, Atom helium He, natrium Na, dan klor Cl sesuai dengan urutan jumlah elektron maksimal yang dapat ditempati elektron. Namun pada Ca yang mempunyai 20 elektron, kulit atom K dan L berturut-turut ditempati oleh 2 dan 8 elektron sehingga tersisa 10 elektron. Walaupun kulit M dapat ditempati 18 elektron tetapi jumlah elektron yang tersisa hanya 10, maka kulit atom M hanya terisi 8 elektron dulu dan kulit atom N terisi 2 elektron. Tetapi kalau jumlah elektron yang tersisa setelah K dan L terisi lebih dari 18 elektron maka kulit atom M terisi 18 elektron seperti contoh pada atom bromin dan kripton. Intinya, elektron akan disusun pada setiap kulit hingga membentuk susunan yang paling ION DAN IKATAN IONIon adalah atom yang bermuatan listrik. Contohnya, Na+, OH-, Cl-, Br-, K+, Ca+, dan masih banyak lagi. Nah, pada unsur natrium Na terdapat tanda plus + yang berarti atom tersebut bermuatan positif. Lalu, pada unsur hidroksida OH terdapat tanda minus - yang menunjukan atom tersebut memiliki muatan negatif. Ion akan terbentuk ketika sebuah atom melepas atau menerima elektron. Jika atom menerima elektron, maka akan berubah menjadi atom bermuatan negatif anion. Contohnya, Cl-, Br-, OH-, dsb. Sedangkan, ketika atom melepaskan elektron, maka atom akan bermuatan positif kation. Contohnya, Na+, K+, Ca+ , dsb. Pelepasan elektron menghasilkan ion positif dan penyerapan elektron menghasilkan ion negatif. Peristiwa terlepas atau masuknya ion pada sebuah atom disebut ionisasi. Contohnya, ketika atom natrium Na melepas satu elektron, maka akan membentuk ion Na+, atau ketika atom klorin Cl menerima 1 elektron, maka akan membentuk ion Ikatan Ion adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dan ion negatif. Ikatan ion terjadi antara atom-atom yang mempunyai energi ionisasi rendah dengan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah sedangkan unsur-unsur non-logam mempunyai afinitas elektron yang besar. Oleh karena itu, ikatan ion dapat terjadi antara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur non-logam. Contoh ikatan ion adalah pada senyawa NaCl dan senyawa Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron. Pasangan elektron ini dapat berasal dari masing-masing atom yang saling berikatan. Ikatan yang terbentuk disebut ikatan kovalen. Apabila pasangan elektron yang digunakan berasal dari salah satu atom yang berikatan, maka ikatan yang terbentuk disebut dengan ikatan kovalen koordinasi. Contoh ikatan kovalen pada molekul H¬2 dan contoh ikatan kovalen koordinasi pada molekul SIFAT ZAT DAN HUBUNGANNYA DENGAN PARTIKEL PENYUSUN DAN STRUKTURNYA1. SIFAT FISIKA a. Kerapatan b. Kekerasan c. Elastisitas d. Daya hantar e. Kemagnetan f. Viskositas g. Titik didih h. Titik beku i. Titik leleh2. SIFAT KIMIA a. Kestabilan b. Kereaktifan c. KorosifitasSilahkan untuk lebih jelas dan lengkapnya kalian baca juga buku paket yang sudah dibagikan dari sekolah. Lalu kerjakan latihan soal uji kompetensinya yang rumawi A dan salin jawabannya di link yang ada dibawah iniUJI KOMPETENSI BUKU PAKET RUM. A Ion adalah atom atau molekul yang bermuatan positif atau negatif. Atom tersusun dari neutron, proton, dan elektron. Neuron bermutan netral, proton bermuatan positif, dan elektron bermuatan negatif. Neuron dan proton terdapat pada bagian tengah atom dann merupakan inti atom. Sementera itu, elektron berputar mengelilingi inti atom pada tempat orbitnya tingkat energi. Daftar Isi Terjadinya ION Radius Ion Ion Positif Ion Negatif Bagaimana Cara Menentukan Muatan yang Terdapat pada Ion Sifat senyawa Ion Sifat Senyawa Kovalen A. Terjadinya ION pada keadaan normal. Suatu atom atau molekol akan bersifat netral karena tidak memiliki muatan. suatu atom menjadi bermuatan atau membentuk ion jika atom tersebut menangkap atau melepas elektron. Ion - ion yang berlawanan muatan dapat bergabung membentuk senyawa. Penggabungan tersebut terjadi melaliu ikatan ion. ikatan ion merupakan ikatan kimia yang terjadi antara ion positif atom yang melepaskan elektron dan ion negatif atom yang menerima elektron. Natrium 2,8,1 memiliki satu elektron lebih banyak dibandingkan struktur gas mulia 2,8. Jika natrium memberikan kelebihan elektron tersebut maka natrium akan menjadi lebih stabil. Klor 2,8,7 memiliki satu elektron lebih sedikit dibandingkan struktur gas mulia 2,8,8. Jika klor memperoleh satu elektron dari atom lain maka klor juga akan menjadi lebih stabil. 1. Radius Ion Ion - ion tidak memiliki besar yang sama dengan atom asalnya. Perhatikan gambar Ion dan atom sebagai berikut Bandingkan besarnya ion natrium dengan atom natrium dan ion klor dengan atom klor. Ion narium berukuran lebih kecil dari pada atom natrium, sementara itu, ion klor berukuran lebih besar dari pada atom klor. Ukuran ion tidak sama dengan ukuran atom asalnya. 2. Ion Positif Ion positif berukuran lebih kecil dibandingkan dengan atom asalnya. Perhatikan kembali gambar atom Na dengan ion Na+.Konfigurasi elektron natrium yaitu 2,8,1. sementara itu, konfigurasi elektron Na+ yaitu 2,8. Natrium kehilangan salah satu kulit elektron. sepuluh elektron yang tersisa ditarik oleh 11 proton pada nukleus. 3. Ion Negatif Ion negatif berukuran lebih besar dibandingkan dengan atom asalnya. Perhatikan lagi gambar Cl dengan ion Cl-. Konfigurasi elektron klor yaitu 2,8,7. sementara itu. konfigurasi elektron Cl- yaitu 2,8,8. Elektron - elektron masih berada pada tingkat 3. tetapi terjadi penolakan tambahan. Hal ini disebabkan bertambahnya elektron sehingga atom semakin membesar. Ion klor memiliki 17 proton dan 18 elektron. B. Bagaimana Cara Menentukan Muatan yang Terdapat pada Ion Atom merupakan bagian terkecil suatu unsur yang utuh secara kimia. Unsur tersusun atas atom - atom yang sama. Unsur - unsur bergabung untuk membentuk senyawa yang paling stabil. Senyawa tersebut dapat menghasilkan energi paling besar pada saaat proses pembentukannya. Semakin besar muatan ion positif yang dimiliki maka semakin besar pula daya tarik terhadap ion negatif yang dihasilkan. semakin besar daya tarik ion maka maka akan semakin banyak melepaskan energi ketika ion - ion bergabung. Selama membentuk ion positif, unsur akan cenderung memberikan elektron sebanyak mungkin. Pada keadaan ini dibutuhkan dibutuhkan energi untuk menghilangkan elektron dari atom. Energi ini disebut dengan energi ionosasi. Semakin banyak elektron yang dihilangkan, total energi ionisasi menjadi semakin besar. Akhirnya, energi ionisasi total yang dibutuhkan menjadi sangat besar. Sementara itu, energi yang dilepaskan ketika terjadi daya tarik menarik ion positif dan ion negatif tidak cukup besar untuk mengimbanginya. Unsur - unsur membentuk ion dan menghasilkan senyawa yang paling stabil. Senyawa paling stabil yaitu senyawa yang melepaskan energi paling banyak secara keseluruhan over-all. C. Sifat senyawa Ion Senyawa ion merupakan senyawa yang terbentuk antara atom - atom yang terikat satu sama lain dengan ikatan ion. ikatan ion yaitu ikatan kimia yang terjadi antara ion positif dengan ion negatif. contoh NaCl. MgCl2,CaO, dan MgO. Senyawa ion mempunyai sifat sebagai berikut Keras dan Rapuh, senyawa ion bersifat keras namun mudah hancur jika dipukul. Senyawa ion berwujud padat pada suhu kamar, pada suhu 25 c dan tekanan 1 atm suhu kamar, semua senyawa ion berwujud padat. Titik leleh dan titik didih relatif tinggi, semua senyawa ion mempunyai titik didih dan leleh relatif tinggi. contoh NaCl meleleh pada suhu 801c. Larut dalam air, Ambilah garam dapur dan air secukupnya, sediakan gelas kaca dan sendok. Masukkan air kedalam gelas kaca. Masukkan garam dapur ke dalam air, aduklah garam dapur dalam air selama beberapa saat. Apa yang terjadi? Garam dapur lama kelamaan akan larut dalam air. Garam dapur mempunyai rumus melekol NaCl natrium klorida. didalam air, melekol NaCl akan menjadi ion Na+ dan Cl-. Lelehan dan larutannya dapat menghantarkan listrik, Senyawa ion dalam keadaan padatan kristal tidak dapat menghantarkan arus listrik. Ion - ion dalam kristal senyawa ion terikat kuat dan rapat satu sama lain. Akibatnya, ion - ion tidak dapat bergerak bebas. Sementara itu, lelehan dan larutan senyawa ion dapat menghantarkan listrik D. Sifat Senyawa Kovalen Selain senyawa ion , ada pula senyawa kovalen. Senyawa kovalen terbentuk karena adanya ikatan kovalen yaitu pemakain bersama pasangan elektron atau lebih digunakan bersama - sama oleh kedua atom atau salah satu atom yang berkaitan. Pasangan elektron dapat berasal dari kedua atom atau salah satu atom yang berkaitan. contoh HCl, CH4, CH3, dan CO2, senyawa kovalen mempunyai sifat sebagai berikut Berwujud padat, cair, dan gas pada suhu kamar, Senyawa kovalen pada suhu kamar 25 C. 1atm dapat berwujud padat, cair, dan gas. Namun, umumnya senyawa kovalen berwujud gas. Titik leleh dan titik didih relatif rendah, Senyawa kovalen mempunyai titik leleh dan titik didih sangat rendah. Lelehan dan larutan umumnya tidak dapat menghantarkan arus listrik, Lelehan senyawa kovalen dapat menghantarkan arus listrik dan ada pula yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Tidak larit dalam air, Senyawa kovalen tidak dapat larut dalam air. Sumber * Dikutip dari berbagai sumber

sebuah atom natrium netral melepaskan elektron maka atom natrium akan